Bagian Pembelian

purchasing_0

Dalam sebuah perusahaan atau institusi/lembaga resmi (apapun bentuk dan namanya) yang memiliki tertib administrasi, sudah lumrah kitra temui sebuah bagian/divisi atau departemen yg bertugas menangani pembelian kebutuhan barang dan jasa untuk perusahaan/lembaga tersebut.

Dalam organisasi yang sederhana, permintaan kebutuhan barang/jasa tersebut bisa langsung dieksekusi oleh satu orang/pihak, dari mulai pencarian supplier yg mampu menyediakan kebutuhan tsb, membuat surat pesanan (PO), hingga menerima dan memeriksa barang saat pengiriman.

Seiring pertumbuhan organisasi, dimana kebutuhan barang dan jasa makin banyak dan kompleks, juga melibatkan nilai belanja yang tidak bisa dibilang kecil, maka resiko kesalahan dalam proses pembelian, penyalahgunaan wewenang, dan bahkan kerugian perusahaan akan makin tinggi.

Oleh sebab itu mulailah dilakukan pemecahan proses pembelian yg mulanya sederhana menjadi 2 (dua) bagian besar: yakni sub-bagian yg khusus menangani pemilihan dan pengelolaan supplier,  dan satu sub-bagian lagi yg khusus menangani eksekusi pembelian tadi (pembuatan PO, monitor pengiriman, hingga penerimaan barang)